Sayuran organik
selain ditanam dilahan (kebun), dapat juga ditanam di dalam pot, polybag, atau
wadah bekas lainnya. Karena tempatnya kecil dan lebih peraktis serta dapat
diletakkan di lahan sempait, sayuran ini dapat dikomsumsi sendiri atau dijual.
Menjual sayuran organik seperti ini dapt hanya sayuran saja atau tanaman
beserta pot atau polybag.
Menanam sayuran organik dalampot atau polybag mempunyai beberapa keuntungan
antara lain
* Dapat diusahakan dalam skala kecil atau rumah tangga
* Mudah dalam pemeliharaan karena setiap tanaman ditanam dalam wadah tersendiri
* Kemungkinan penularan penyakit lewat akar kecil sekali, tanaman yang sakit
mudah ditanami
* Menghemat pemakaian pupuk karena tidak terbuang percuma
* lebih mudah bila menanam beberapa jenis tanaman
* lahan yang digunakan lebih sempit karena pot atau polybag dapat diletakkan
dalam rak yang bersusun
Walaupun banyak keuntungan yang diperoleh dengan penanaman dalam pot dan
poybag, cara lain pun mempinyai beberapa kekurangan dengan ini antara lain :
1. memerlukan biaya untuk penyediaan polybag dan pot
2. pengangkutan lebih lanjut
3. memerlukan tempat penjualan yangluas bila akan menjual sayuran beserta
wadahnya
A. Persiapan Tempat dan Media
1. Penanam dapat digunakan polybag, pot, ember plastik, kaleng bekas biskuit
diameter 20 -30 em dan tinggi sekitar 30 cm
2. Media tanam untuk sayurab pada umumnya berupa campuran tanah dan pupuk
kandang atau kompos
3. Perbandingan dapat 1 : 1 , 1 : 2 , 1 : 3
B. Persemaian
1. Ukuran biji berukuran kecil, seperti selda, sawi, cabai, dan tomat
2. Tempat persemaian berupa kotak kayu, polybag, pot, daun pisang atau wadah
lainnya yang berdiameter 10 cm dan wadah persemaian yang belum berlubang.
3. persemaian dapat digunakan campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1 :
3
4. Biji atau benih ditanam pada wadah persemaian yang telah didisi media tanam
yang dengan jarak 1 -3 cm
5. lamanya persemaianya tergantung dari jenis tanaman misalnya 2 -3 minggu
untuk sawi
C. Penanaman
* Untuk tanaman disemai dahulu
* untuk tanaman yang tidak disemai di pot atau poly bag diisi oleh media tanam
D. Perawatan
* Beberapa perawatan rutin yang perlu dilakukan sebagai berikut
* setiap hari tanaman diperiksa jangan sampai ada hama atau penyakit
* bila masih kelihatan kurang subur, tanaman dapat dipupuk dengan pupuk kadang
atau kompos yang telah matang
* Bila tanah terlihat kering, tanaman dapat disiram
* Untuk tanaman tomat, cabai, terung, dan tanaman lain yang menghasilan buah
Jumat, 31 Januari 2014
MENANAM SAYURAN ORGANIK DALAM POT
Agar kesehatan tubuh terjaga sebaiknya kita mengkonsumsi sayuran organik, yaitu sayuran yang diproduksi tanpa aplikasi bahan kimia.
Sayuran organik dapat kita budidayakan sendiri, jenis sayuran yang
dapat dibudidayakan adalah yang sesuai dengan iklim di tempat tinggal
kita. Berikut ini adalah cara sederhana membudidayakan sayuran organik untuk konsumsi sendiri.
A. GUNAKAN PUPUK ORGANIK.
Pupuk
organik dapat dibeli di toko pertanian atau dibuat sendiri. Cara untuk
membuat sendiri pupuk organik adalah sebagai berikut :
1. Pembuatan Bakteri 1
Bahan :
1. Berbagai jenis buah-buahan yang sudah masak 5 kg.
2. Tetes tebu, atau gula pasir ¼ kg
Cara pembuatan :
1. Bahan ditumbuk atau diparut sampai menjadi bubur.
2. Ambil sari buahnya dengan cara disaring atau di peras.
3. Larutkan tetes tebu atau gula pasir.
4. Campur air perasan sari buah-buahan dengan larutan gula.
5. Simpan dalam wadah ditempat yang tidak terkana sinar matahari selama 2 minggu.
6. Bakteri 1 siap digunakan untuk membuat kompos.
2. Pembuatan Bakteri 2
Bahan
1. Air cucian beras 1 liter.
2. Bakteri 1 sebanyak 10 sendok makan.
3. Alkohol 40% atau air tape sebanyak 10 sendok makan.
4. Cuka 10 sendok makan.
5. Gula pasir 1 ons.
Cara pembuatan :
1. Campur semua bahan menjadi satu.
2. Simpan di dalam botol tertutup selama 2 minggu dan tidak terkena sinar matahari.
3. Bakteri 2 siap digunakan.
Kegunaan :
1. Sebagai pupuk cair dan dapat mengendalikan hama tanaman.
2. Bahan pembuat kompos.
3. Pembiakan Bakteri
Bahan :
1. Bakteri 1 liter
2. Daun (1-2 kg) dari tumbuhan yang tidak bergetah.
3. Terasi ½ kg dan campur dengan air secukupnya.
4. Gula pasir atau tetes tebu (pilih salah satu) sebanyak 1 kg dan larutkan dalam air.
5. Kotoran hewan 30 kg.
6. Air secukupnya.
Pembuatan :
1. Masukan kotoran hewan dan dedaunan ke dalam drum.
2. Masukan larutan gula, terasi dan larutan bakteri .
3. Tambahkan air hingga tergenang sambil diaduk-aduk
4. Tutup drum.
5. Setelah 8-10 hari pembiakan bakteri sudah selesai dan tutup drum dibukak.
6. Saring dan masukan ke dalam wadah atau botol, simpan ditempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.
7. Ampas
sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan 1-2 liter dan
tambahkan air, terasi, larutan gula dengan perbandingan yang sama sambil
diaduk-aduk dan tutup kembali wadah tersebut.
8. Setelah 8-10 hari bakteri sudah berkembang biak dan siap digunakan.
9. Lanjutkan pekerjaan tersebut hingga beberapa kali.
Kegunaan:
1. Untuk membuat kompos.
2. Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot
3. Tidak boleh dicampur dengan bahan lain, terutama bahan kimia atau bahan untuk pestisida.
B. SIAPKAN TANAMAN DALAM POT
Tanaman
akan tumbuh subur dalam media tanam yang baik. Media tanam yang baik
adalah media tanam yang dapat menyediakan sumber makanan bagi tanaman.
Gunakan tanah yang gembur untuk media tanam, tanah yang gembur biasanya
berwarna hitam, tidak lengket dan tidak menggumpal. Untuk mempermudah
sirkulasi udara dalam media tanam, tanah dapat dicampur dengan arang
sekam, akan lebih baik lagi jika tanah juga dicampur dengan kotoran
hewan ternak yang telah kering.
Apabila
media tanam telah siap, masukan media tanam kedalam pot. Menanam benih
sayuran sebaiknya pada pagi atau sore. Pada musim hujan tanaman perlu
diberi atap pelindung agar tidak kelebihan air. Media tanam yang becek
akan menyebabkan sayuran menjadi mudah busuk.
PERTANIAN ORGANIK
Anugerah Alam, Kehidupan Yang Sehat, Bersih dan Bepolusi No.1
Hormati Keseimbangan Alam
Apa Itu Standar Organik?
| Rangkaian produk organik ekslusif dari Melilea dibuat dari sayuran, buah, biji-bijian dan herbal alami murni. Tanaman-tanaman itu tumbuh di lingkungan tanah subur berpolusi nol dan seluruh proses pengolahan, panen, transportasi penyimpanan, pemrosesan dan pengemasan telah sesuai dengan syarat dan standar polusi nol. Seleksi benih dan biji-bijian, varietas, lingkungan tanah, kualitas air dan udara, ruang gerak, kualitas air dan udara, sinar matahari dalam tanah telah ditinjau dan diteliti dengan cermat oleh para ahli kami. Seluruh hasil panen diolah di tanah dan di lingkungannya sesuai dengan jenis-jenis spesifik, habitat dan khasiatnya. Sebagai hasilnya, seluruh hasil panen berpolusi nol dan kaya akan nutrisi dengan terapi alami dan khasiat kesehatan. Melalui penelitian profesional Dr. Henry Chang, hasil panen berpolusi nol ini dikembangkan menjadi makanan-makanan organik fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan dan berkualitas istimewa yang telah dikenal oleh dunia. |
|
Tanah
Sebelum sebidang tanah digunakan sebagai lahan pertanian organik, tanah tersebut harus dibiarkan tanpa tanaman atau tidak diolah selama tiga tahun. Dengan demikian, tak ada sisa pencemaran bahan kimia dan pupuk kimia serta hormon pertumbuhan yang pernah digunakan. |
|
|
Benih
Haruslah benih organik sehingga penggunaan benih organisme yang dimodifikasi secara genetis (Genetically Modified Organism/GMO) dilarang. |
|
|
Pupuk
Sumber-sumber pupuk organik didapat dari kotoran cacing tanah, sisa tanaman yang membusuk, kompos dari gandum dan beras, pupuk hijau, kotoran ternak, buah-buahan dan sayur-sayuran yang terfermentasi secara utuh. |
|
|
Lingkungan
Tak ada sumber polusi dalam jarak 30 km. Daerah penyangga dibangun di sekitar lahan pertanian organik untuk menghindari polusi lingkungan dan kontaminasi dari pertanian non organik. Kontrol yang mengagumkan atas manusia dan mobil yang keluar masuk area pertanian. |
|
|
Sumber Air
Air irigasi harus berasal dari sumber yang tidak terkena polusi dengan pengukuran kualitas air standar yang akan dilakukan tiap hari untuk memastikan air tersebut bebas dari pencemaran serta pH-nya harus sesuai dengan parameter standar. |
|
Macam-Macam Hama dan Penyakit Pada Tanaman Serta Cara Pengendaliannya
1. Tikus
Gejala serangan :
Gejala serangan :
Gejala serangan :
Gejala serangan :
Gejala serangan :
- Tikus menyerang berbagai tumbuhan.
- Menyerang di pesemaian, masa vegetatif, masa generatif, masa panen, tempat penyimpanan.
- Bagian tumbuhan yang disarang tidak hanya biji – bijian tetapi juga batang tumbuhan muda.
- Tikus membuat lubang – lubang pada pematang sawah dan sering berlindung di semak – semak.
- Membongkar dan menutup lubang tempat bersembunyi para tikus dan menangkap tikusnya.
- Menggunakan musuh alami tikus, yaitu ular.
- Menanam tanaman secara bersamaan agar dapat menuai dalam waktu yang bersamaan pula sehingga tidak ada kesempatan bigi tikus untuk mendapatkan makanan setelah tanaman dipanen.
- Menggunakan rodentisida (pembasmi tikus) atau dengan memasang umpan beracun, yaitu irisan ubi jalar atau singkong yang telah direndam sebelumnya dengan fosforus. Peracunan ini sebaiknya dilakukna sebelum tanaman padi berbunga dan berbiji. Selain itu penggunaan racun harus hati – hati karena juga berbahaya bagi hewan ternak dan manusia.
Gejala serangan :
- Menyebabkan daun dan batang tumbuhan berlubang – lubang.
- Daun dan batang kemudian kering, dan pada akhirnya mati.
- Pengaturan pola tanam, yaitu dengan melakukan penanaman secara serentak maupun dengan pergiliran tanaman. Pergiliran tanaman dilakukan untuk memutus siklus hidup wereng dengan cara menanam tanaman palawija atau tanah dibiarkan selama 1 – 2 bulan.
- b. Pengandalian hayati, yaitu dengan menggunakan musuh alami wereng, misalnya laba – laba predator Lycosa Pseudoannulata, kepik Microvelia douglasi dan Cyrtorhinuss lividipenis, kumbang Paederuss fuscipes, Ophinea nigrofasciata, dan Synarmonia octomaculata.
- Pengandalian kimia, yaitu dengan menggunakan insektisida, dilakukan apabila cara lain tidak mungkin untuk dilakukan. Penggunaan insektisida diusahakan sedemikan rupa sehingga efektif, efisien, dan aman bagi lingkungan.
Gejala serangan :
- Menghisap butir – butir padi yang masih cair.
- Biji yang sudah diisap akan menjadi hampa, agak hampa, atau liat.
- Kulit biji iu akan berwarna kehitam – hitaman.
- Walang sangit muda (nimfa) lebih aktif dibandingkan dewasanya (imago), tetapi hewan dewasa dapat merusak lebih hebat karenya hidupnya lebih lama.
- Walang sangit dewasa juga dapat memakan biji – biji yang sudah mengeras, yaitu dengan mengeluarkan enzim yang dapat mencerna karbohidrat.
- Faktor – faktor yang mendukung yang mendukung populasi walang sangit antara lain sebagai berikut.
- Sawah sangat dekat dengat perhutanan.
- Populasi gulma di sekitar sawah cukup tinggi.
- Penanaman tidak serentak
- Menanam tanaman secara serentak.
- Membersihkan sawah dari segala macam rumput yang tumbuh di sekitar sawah agar tidak menjadi tempat berkembang biak bagi walang sangit.
- Menangkap walang sangit pada pagi hari dengan menggunakan jala penangkap.
- Penangkapan menggunakan unmpan bangkai kodok, ketam sawah, atau dengan alga.
- Melakukan pengendalian hayati dengan cara melepaskan predator alami beruba laba – laba dan menanam jamur yang dapat menginfeksi walang sangit.
- Melakukan pengendalian kimia, yaitu dengan menggunakan insektisida.
Gejala serangan :
- Aktif memakan dedaunan bahkan pangkal batang, terutama pada malam hari.
- Daun yang dimakan oleh ulat hanya tersisa rangka atau tulang daunya saja.
- Membuang telur – telur kupu – kupu yang melekat pada bagian bawah daun.
- Menggenangi tempat persemaian dengan air dalam jumlah banyak sehingga ulat akan bergerak ke atas sehingga mudah untuk dikumpulkan dan dibasmi.
- Apabila kedua cara diatas tidak berhasil, maka dapat dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pertisida.
Pengendali Hama dari Tanaman dan Gulma yang Ramah Lingkungan
Tergantung pada pestisida kimia? Jangan. Mengapa? Sebab, banyak
tanaman dan gulma berpotensi menjadi pestisida nabati yang efektif
mengusir hama dan penyakit. Ia bisa lebih murah, bersifat selektif, atau
hanya berfungsi pada hama sasaran dan ramah lingkungan.
Begitulah saran Sylvia Sjam, Guru Besar Perlindungan Tanaman Universitas Hasanuddin, Makassar. Dia mengatakan, tanaman sebenarnya mengandung berbagai senyawa sekunder seperti alkaloid, terpenoid dan plavanoid. Ia berperan dalam interaksi antara tanaman dengan hama. Secara alami, senyawa kimiawi ini bisa menjadi sistem pertanahan tanaman terhadap organisme pengganggu tanaman.
Dengan memanipulasi senyawa-senyawa yang dihasilkan tanaman, katanya, dapat dihasilkan suatu teknologi berwawasan lingkungan efektif yang mampu menurunkan populasi hama. “Baik menghambat kehadiran hama maupun mematikan dan menghambat perkembangannya. Mungkin tak seefektif pestisida kimiawi, namun hasil bisalah diharapkan,” katanya akhir Agustus 2013.
Saat ini, ada sekitar 1.000 spesies tanaman yang mengandung bahan insektisida. Sekitar 380 spesies sebagai pencegah makan (antifeedent), 270 spesies penolak (repelent), 35 spesies sebagai akarisida dan 30 spesies memiliki zat pengambat pertumbuhan, berfungsi sebagai fungisida, bakterisida dan nematisida.
Sayangnya, kata Sylvia, informasi itu bukan dari Indonesia. Padahal, Indonesia dikenal dengan kekayaan dan keragaman flora. “Saya saat ini berusaha mencari dan menggali potensi sumber daya alam di Indonesia, khusus di Sulawesi Selatan, supaya petani dapat mengenali dan memanfaatkannya.”
Dia mencontohkan, tanaman paitan (Tithonia sp), bisa sebagai racun kontak. Ekstrak tanaman ini dapat untuk mengendalikan hama pada beberapa tanaman dan sumber bahan baku pupuk organik. Jenis tumbuhan ini banyak ditemukan di sekitar tanaman petani dan di pinggir-pinggir jalan.
Tanaman lain kenikir (Tagetes erectabe), bersifat racun kontak pada beberapa hama tanaman seperti Aphis craccivora dan Plutella xylostella. Tanaman ini anti nematoda. Kenikir ini rasa pekat dan mengandung senyawa saponin dan flavonoid.
Berdasarkan hasil penelitian Sylvia dalam 10 tahun terakhir ini,
sejumlah tanaman lokal lain yang dinilai berpotensi sebagai pengendali
hama, antara lain tembelekan (Lantana camara), tekelan (Chromalaena odorata), cocok botol (Tagetes erecta), bandotan (Ageratum conyzoides), legundi (Vitex trifolia), galenggang kecil (Cassia tora). Lalu, maja (Crescentia cujete), kaliandara, gamal, sereh wangi (Andropogon nardus), dan kemangi (Occimum sanctum).
Sejumlah tanaman ini harus diekstrak dulu sebelum digunakan sebagai pestisida pengusir hama. Selain menggunakan esktrak tanaman, cara efektif penanggulangan hama bisa melalui penanaman atau penempatan tanaman sebagai tanaman sela. Ia berfungsi sebagai penghalang yang bersifat repelent atau menolak kehadiran hama. Melalui metode ini, disarankan mengatur pola tanam, dengan mengkombinasikan tanaman utama atau sistem pola tumpang sari dan tanaman perangkap.
Sistem tumpang sari, katanya, mampu menurunkan kepadatan populasi hama dibanding sistem monokultur. “Ini karena peran senyawa kimia mudah menguap dan ada gangguan visual oleh tanaman bukan inang, yang mempengaruhi tingkah laku dan kecepatan kolonisasi serangga pada tanaman inang,” ucap Sylvia.
Bawang putih, misal, ditanam di antara kubis, dapat menurunkan populasi hama Plutella xylostella yang menyerang tanaman itu. Bawang putih melepas senyawa alil sulfida yang dapat mengurangi daya rangsang senyawa atsiri, yang dilepas kubis bahkan bisa mengusir hama itu.
Penanaman tanaman perangkap di antara tanaman utama mulai diterapkan untuk mengendalikan populasi hama. “Salah satu tanaman yang mampu menarik serangga dan musuh alaminya adalah jagung. Jagung sebagai perangkap berhasil diterapkan mengendalikan Helicoverpa armigera pada kapas.”
Tidak hanya di lapangan, Sylvia juga punya jurus penanggulangan hama pada pascapanen atau di gudang penyimpanan. Contoh, bait attractan trap dari A.colomus dan ekstrak biji coklat dalam bentuk pellet digunakan di gudang atau tempat penyimpanan agar mengurangi hama A.fasciculatus.
“Dengan teknologi pemanfaatan bahan alami bioaktif tanaman untuk pascapanen dapat mengurangi penggunaan fumigan, seperti metil bromida, yang dilarang kecuali untuk tujuan karantina, karena dapat merusak lapisan ozon.”
Sejumlah tanaman juga berpotensi untuk menjauhkan dari penyakit-penyakit tertentu. Beberapa penelitian Sylvia menunjukkan, selain senyawa metabolit sekunder tanaman juga mengandung beberapa mikroba yang bermanfaat untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman.
Uji laboratorium, kata Sylvia, menunjukkan mikroba ini bisa bersifat antagonis terhadap tanaman. Beberapa ekstrak bahan alami bioaktif tanaman bisa merangsang pertumbuhan tanaman, hingga bisa diformulasi sebagai pupuk hayati cair. “Ini bisa diterapkan pada sayuran organik.”
Pemanfaatan bahan alami bioaktif tanaman sebagai pengendali hama dan penyakit yang aman bagi organisme sebenarnya lebih mudah karena bahan baku banyak tersedia di lingkungan petani. Bahkan, seringkali terabaikan dan dianggap gulma atau tamanan penganggu.
“Sangat dianjurkan kepada petani tidak membabat habis tanaman yang tumbuh liar di sekeliling tanaman. Bisa jadi tanaman itu justru memiliki manfaat melindungi dari serangan hama.”
Memang, katanya tidak semua bahan alami bioaktif tanaman ini dapat keluar hanya menggunakan air. Untuk itu, perlu ada sosialisasi dan pembelajaran kepada petani, sebelum mereka bisa mengaplikasikan di lapangan. “Di sinilah peran pemerintah.”
Penerapan teknologi pertanian berwawasan lingkungan melalui penggunaan petstisda nabati ini, seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah. Pemerintah diharapkan memfasilitasi transfer teknologi kepada petani secara bertahap melalui pendampingan berkesinambungan sampai petani bisa mandiri.
Pemanfaatan
bahan alami bioaktif tanaman sebagai pengendali hama dan penyakit yang
aman bagi organisme yang bukan sasaran sebenarnya lebih mudah. Sebab
bahan baku banyak tersedia di sekeliling lingkungan petani.
Begitulah saran Sylvia Sjam, Guru Besar Perlindungan Tanaman Universitas Hasanuddin, Makassar. Dia mengatakan, tanaman sebenarnya mengandung berbagai senyawa sekunder seperti alkaloid, terpenoid dan plavanoid. Ia berperan dalam interaksi antara tanaman dengan hama. Secara alami, senyawa kimiawi ini bisa menjadi sistem pertanahan tanaman terhadap organisme pengganggu tanaman.
Dengan memanipulasi senyawa-senyawa yang dihasilkan tanaman, katanya, dapat dihasilkan suatu teknologi berwawasan lingkungan efektif yang mampu menurunkan populasi hama. “Baik menghambat kehadiran hama maupun mematikan dan menghambat perkembangannya. Mungkin tak seefektif pestisida kimiawi, namun hasil bisalah diharapkan,” katanya akhir Agustus 2013.
Saat ini, ada sekitar 1.000 spesies tanaman yang mengandung bahan insektisida. Sekitar 380 spesies sebagai pencegah makan (antifeedent), 270 spesies penolak (repelent), 35 spesies sebagai akarisida dan 30 spesies memiliki zat pengambat pertumbuhan, berfungsi sebagai fungisida, bakterisida dan nematisida.
Sayangnya, kata Sylvia, informasi itu bukan dari Indonesia. Padahal, Indonesia dikenal dengan kekayaan dan keragaman flora. “Saya saat ini berusaha mencari dan menggali potensi sumber daya alam di Indonesia, khusus di Sulawesi Selatan, supaya petani dapat mengenali dan memanfaatkannya.”
Dia mencontohkan, tanaman paitan (Tithonia sp), bisa sebagai racun kontak. Ekstrak tanaman ini dapat untuk mengendalikan hama pada beberapa tanaman dan sumber bahan baku pupuk organik. Jenis tumbuhan ini banyak ditemukan di sekitar tanaman petani dan di pinggir-pinggir jalan.
Tanaman lain kenikir (Tagetes erectabe), bersifat racun kontak pada beberapa hama tanaman seperti Aphis craccivora dan Plutella xylostella. Tanaman ini anti nematoda. Kenikir ini rasa pekat dan mengandung senyawa saponin dan flavonoid.
Cara
efektif penanggulangan hama bisa melalui penanaman atau penempatan
tanaman sebagai tanaman sela. Ia berfungsi sebagai penghalang yang
menolak kehadiran hama. Foto: Wahyu Chandra
Sejumlah tanaman ini harus diekstrak dulu sebelum digunakan sebagai pestisida pengusir hama. Selain menggunakan esktrak tanaman, cara efektif penanggulangan hama bisa melalui penanaman atau penempatan tanaman sebagai tanaman sela. Ia berfungsi sebagai penghalang yang bersifat repelent atau menolak kehadiran hama. Melalui metode ini, disarankan mengatur pola tanam, dengan mengkombinasikan tanaman utama atau sistem pola tumpang sari dan tanaman perangkap.
Sistem tumpang sari, katanya, mampu menurunkan kepadatan populasi hama dibanding sistem monokultur. “Ini karena peran senyawa kimia mudah menguap dan ada gangguan visual oleh tanaman bukan inang, yang mempengaruhi tingkah laku dan kecepatan kolonisasi serangga pada tanaman inang,” ucap Sylvia.
Bawang putih, misal, ditanam di antara kubis, dapat menurunkan populasi hama Plutella xylostella yang menyerang tanaman itu. Bawang putih melepas senyawa alil sulfida yang dapat mengurangi daya rangsang senyawa atsiri, yang dilepas kubis bahkan bisa mengusir hama itu.
Penanaman tanaman perangkap di antara tanaman utama mulai diterapkan untuk mengendalikan populasi hama. “Salah satu tanaman yang mampu menarik serangga dan musuh alaminya adalah jagung. Jagung sebagai perangkap berhasil diterapkan mengendalikan Helicoverpa armigera pada kapas.”
Tidak hanya di lapangan, Sylvia juga punya jurus penanggulangan hama pada pascapanen atau di gudang penyimpanan. Contoh, bait attractan trap dari A.colomus dan ekstrak biji coklat dalam bentuk pellet digunakan di gudang atau tempat penyimpanan agar mengurangi hama A.fasciculatus.
“Dengan teknologi pemanfaatan bahan alami bioaktif tanaman untuk pascapanen dapat mengurangi penggunaan fumigan, seperti metil bromida, yang dilarang kecuali untuk tujuan karantina, karena dapat merusak lapisan ozon.”
Sejumlah tanaman juga berpotensi untuk menjauhkan dari penyakit-penyakit tertentu. Beberapa penelitian Sylvia menunjukkan, selain senyawa metabolit sekunder tanaman juga mengandung beberapa mikroba yang bermanfaat untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman.
Uji laboratorium, kata Sylvia, menunjukkan mikroba ini bisa bersifat antagonis terhadap tanaman. Beberapa ekstrak bahan alami bioaktif tanaman bisa merangsang pertumbuhan tanaman, hingga bisa diformulasi sebagai pupuk hayati cair. “Ini bisa diterapkan pada sayuran organik.”
Pemanfaatan bahan alami bioaktif tanaman sebagai pengendali hama dan penyakit yang aman bagi organisme sebenarnya lebih mudah karena bahan baku banyak tersedia di lingkungan petani. Bahkan, seringkali terabaikan dan dianggap gulma atau tamanan penganggu.
“Sangat dianjurkan kepada petani tidak membabat habis tanaman yang tumbuh liar di sekeliling tanaman. Bisa jadi tanaman itu justru memiliki manfaat melindungi dari serangan hama.”
Memang, katanya tidak semua bahan alami bioaktif tanaman ini dapat keluar hanya menggunakan air. Untuk itu, perlu ada sosialisasi dan pembelajaran kepada petani, sebelum mereka bisa mengaplikasikan di lapangan. “Di sinilah peran pemerintah.”
Penerapan teknologi pertanian berwawasan lingkungan melalui penggunaan petstisda nabati ini, seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah. Pemerintah diharapkan memfasilitasi transfer teknologi kepada petani secara bertahap melalui pendampingan berkesinambungan sampai petani bisa mandiri.
BERKEBUN SAYURAN DI HALAMAN RUMAH
Sayuran dapat ditanam di dataran rendah, atau di perkotaan, walaupun hasilnya tidak seoptimal penanaman di daerah pegunungan. Dengan menanam sayuran di halaman rumah setidaknya selain sebagai penyedia gizi bagi keluarga juga dapat memperindah halaman.
|
|
|
|
|
|
Tanaman sayuran daun pada umumnya tumbuh dengan baik jika mendapat penyinaran matahari lebih dari 6 jam /hari. Tanaman sayuran tidak tahan kekeringan dan tidak tahan air yang berlebihan. Selain itu sayuran daun juga sangat disukai hama kepik, belalang dan ulat. Namun jika kita tekun dalam pemeliharaan tentu hal tersebut bukan menjadi masalah bagi kita. Selama halaman rumah kita mendapatkan sinar matahari dan mendapatkan suplai air serta pupuk yang cukup, tentu tanaman sayur dapat tumbuh dengan baik pula.
Orang tidak akan heran ketika melihat tanaman sayuran tumbuh di daerah pegunungan, namun akan heran ketika melihat di halaman rumah Anda terdapat tanaman sayuran yang tumbuh segar. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri memiliki kebun sayur yang dikagumi oleh setiap orang yang melihat tanaman kita.
Menikmati pertumbuhan tanaman dan hasil sayuran dari halaman rumah, merupakan sensasi nyata berkebun, bahwa Anda benar-benar bisa makan sayuran dari hasil kerja Anda.
Apa keuntungan budidaya sayuran di kebun?
Keluarga Anda setiap hari tentu membutuhkan sayuran sebagai sumber serat dan vitamin bagi keluarga. Selama ini Anda mudah memperoleh sayuran dengan membeli di pasar tradisional, warung, tukang sayur atau mall disekitar anda tinggal. Tetapi apakah Anda pernah berpikir bahwa sayuran yang anda beli telah bebas dari residu bahan kimia?
Bukan berarti kita menilai sayuran yang di pasaran selalu memiliki kualitas yang buruk bagi kesehatan, namun jika kita amati dari tampilan fisik sayuran yang begitu segar dan tanpa ada bekas serangan hama ulat atau yang lain, justru membuat kita berpikir apakah sayuran tersebut ditanam tanpa penyemprotan pestisida?
Jika Anda ragu tentu sekarang menjadi pertimbangan bagi anda untuk memulai untuk mencoba berkebun sayuran sendiri. Kita bisa meyakini bahwa sayuran yang kita tanam layak dikonsumsi oleh keluarga yang kita cintai. Dengan mengupayakan kebun sayur secara organik, sayuran yang dihasilkan dari kebun menjadi sumber gizi yang sehat.
Keuntungan lain dari berkebun di halaman rumah adalah kita senantiasa dapat menikmati keindahan halaman rumah kita, sebagai pengganti wisata alam bagi keluarga kita.
Sebaiknya dimana Anda dapat menempatkan kebun sayur?
Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk membuat kebun sayuran di halaman rumah Anda, dengan mempertimbangkan beberapa persyaratan berikut :
- Pilih lahan dihalaman yang mendapatkan sinar matahari cukup, sehingga tanaman yang kita tanam dapat tumbuh dengan baik. Bila lahan tersebut telah ditutup pavin atau conblock Anda bisa menanam dengan pot, polybag atau paralon.
- Usahakan lahan tidak jauh dari sumber air untuk penyiraman tanaman, sehingga memudahkan Anda dalam perawatan tanaman.
- Jika dimungkinkan tempatkan kebun pada lahan berdekatan dengan ruang santai keluarga, sehingga dapat memberikan suasana rilek bagi keluarga.
- Letakan tanaman pada lahan yang leluasa sehingga tidak mengganggu lalu lintas aktifitas keluarga.
- Bila dilingkungan Anda banyak yang memelihara ternak ayam lepas kandang, usahakan lokasi kebun diberi pagar sehingga ternak tidak bisa masuk pada kebun dan merusak tanaman.
- Sebaiknya Anda menggunakan media tanaman dengan polybag, pot, pipa paralon, talang paralon, atau bambu untuk mempermudah penataan kebun dan mengoptimalkan lahan.
Selamat mencoba, jika Anda kesulitan konsultasikan pada saungtani.com dan team kami siap membantu Anda untuk berkebun dengan baik.
Bagaimana cara penyemaian benih sayuran ? Penyemaian
Budidaya kangkung darat secara organik
Kangkung darat berwarna hijau terang dengan ujung daun yang runcing. Warna bunga kangkung darat putih. Sedangkan kangkung air daunnya berwarna hijau agak gelap dengan ujung yang membulat atau lebih tumpul sehingga terlihat lebih lebar. Warna bunga kangkung air cenderung ungu. Selain perbedaan fisik, kebiasaan cara memanen dua jenis kangkung ini berbeda pula. Kangkung darat di panen dengan cara dicabut, sedangkan kangkung air dipanen dengnan cara dipotong.
Saat ini kangkung darat lebih banyak beredar di pasar-pasar komersial dibanding kangkung air. Kangkung air lebih banyak dikonsumsi dan ditanam secara subsisten oleh masyarakat. Budidaya kangkung darat sangat mudah, karena sayuran ini bersiklus panen cepat dan relatif tahan hama. Karena itulah, harga kangkung dipasaran relatif murah dibanding jenis sayuran lain. Untuk meningkatkan nilai tambah, kita bisa melakukan budidaya kangkung darat secara organik. Harga kangkung darat organik relatif lebih tinggi.
Budidaya kangkung darat dapat dilakukan baik didataran rendah maupun dataran tinggi. Untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, budidaya kangkung darat harus mendapatkan curah hujan dan sinar matahari yang cukup. Kangkung darat bisa diperbanyak dengan biji dan stek. Namun khusus untuk kangkung darat, para petani biasa melakukannya dengan biji.
Penyiapan benih untuk budidaya kangkung
Untuk mendapatkan tanaman yang baik, tentunya harus dilakukan pemilihan benih yang baik pula. Terdapat beberapa benih unggul kangkung yang terkenal seperti varietas Sutera dan Bangkok. Benih sutera merupakan benih yang diintroduksi dari kangkung Hawaii oleh Departemen Pertanian pada tahun 1980-an. Namun yang banyak beredar saat ini adalah kangkung keluaran Bisi dan Panah Merah serta kangkung asal Jawa Timur seperti Sidoarjo. Agak sulit untuk menelusuri varietas-varietas kangkung yang beredar dipasaran.Benih kangkung darat yang baik adalah benih yang daya tumbuhnya lebih dari 95 persen dan tumbuhnya tegak setidaknya hingga umur 8 minggu. Karena kangung darat yang tumbuh menjalar tidak begitu diminati pasar. Usahakan jangan menggunakan benih yang telah disimpan lebih dari satu tahun. Karena produktivitasnya akan menurun.
Pengolahan lahan dan pemupukan dasar
Pada budidaya kangkung darat tanah harus diolah dengan dicangkul agar gembur kemudian buat bedengan dengan lebar 1 meter dan panjang menyesuaikan dengan petak lahan. Jarak antar bedengan 30-40 cm, fungsinya sebagai saluran drainase dan jalan untuk pemeliharaan dan pemanenan.Untuk budidaya kangkung organik, siapkan pupuk dasar dari jenis pupuk organik, bisa menggunakan pupuk kandang yang telah matang atau pupuk kompos. Pupuk kandang lebih praktis karena tidak perlu menyiapkannya secara intensif, cukup mendiamkannya hingga kering sebelum digunakan. Sementara penyiapan pupuk kompos relatif lebih lama. Apabila menggunakan pupuk kandang, lebih baik pilih kotoran ayam dibanding kotoran kambing atau sapi. Karena kotoran ayam lebih cepat terurai, sehingga cocok dengan tanaman kangkung yang bersiklus panen cepat. Tebarkan pupuk tersebut di atas bedengan, kira-kira 10 ton per hektar. Kemudian diamkan selama 2-3 hari.
Penanaman
Penanaman pada budidaya kangkung darat dapat ditebar langsung atau ditugal. Sementara itu, cara disemaikan dan lalu dipindah tidak terlalu ekonomis untuk budidaya kangkung darat. Cara ditebar langsung dilakukan dengan menebarkan benih di atas bedengan. Cara ini cukup cepat dan cocok dilakukan ditempat yang kurang orang atau ongkos tenaga kerja mahal. Kelemahan cara ini adalah boros pada penggunaan benih, karena bisa menghabiskan 5-10 kilogram benih per hektar. Cara ini memerlukan pekerja yang terampil agar hasil tebar merata. Hanya saja sulit untuk mendapatkan kepadatan populasi tanaman yang ideal. Dimana kepadatan ideal bagi tanaman kangkung adalah 50.000 pohon per hektar.Cara yang kedua yaitu, dengan ditugal. Enaknya dengan cara ini kita bisa mengatur jarak tanam sehingga bisa didapatkan kerapatan populasi tanaman yang ideal. Jarak antara lubang tugal adalah 10 x 5 cm, setiap lubang diisi 2-3 biji benih. Hanya saja dengan cara ini dibutuhkan lebih banyak tenaga kerja karena pekerjaannya akan lebih lama. Penugalan tidak perlu terlalu dalam, karena budidaya kangkung darat tidak memerlukan perakaran yang terlalu kuat.
Pemeliharaan dan pemupukan lanjutan
Dalam budidaya kangkung darat tidak diperlukan pupuk yang intensif. Kangkung darat merupakan tanaman yang tahan pada kondisi kesuburan tanah sedang. Sebenarnya pemupukan awal sudah cukup untuk memberikan nutrisi pada tanaman hingga siap panen. Namun hal ini sangat tergantung pada kondisi kesuburan tanah masing-masing. Tanah yang sebelumnya bekas ditanami tumbuhan kacang-kacangan relatif tidak memerlukan pupuk tambahan cukup dengan pupuk organik dasar yang telah diberikan diawal.
Hanya saja apabila tanaman terlihat kurang subur yang ditandai dengan warna hijau yang pudar perlu dilakukan pemupukan tambahan. Kangkung darat sangat responsif terhadap nitrogen. Apabila diperlukan bisa diberikan pupuk organik kaya akan nitrogen seperti kotoran ayam yang telah matang bercampur sekam atau kompos yang kaya nitrogen.
Pemeliharaan selanjutnya yang harus diperhatikan adalah penyiraman. Kangkung darat memerlukan banyak air untuk tumbuh. Namun apabila curah hujan terlalu tinggi, daun yang dihasilkan akan jelek. Pada musim kering perlu penyiraman yang rutin, setiap pagi dan sore hari. Jika tanaman terlihat layu dan menguning disiang hari, lakukan juga penyiraman dengan intensitas yang cukup. Kurangnya intensitas penyiraman di siang hari terik bisa membuat tanaman mati.
Hal selanjutnya adalah penyiangan, walaupun kangkung merupakan tanaman siklus cepat adakalanya tanaman muda kalah bersaing dengan rumput. Terutama saat penebaran benih awal, pertumbuhan dari benih menjadi tanaman relatif agak lama sehingga potensi tersalip gulma cukup tinggi. Apabila terjadi hal seperti ini, gulma tersebut harus cepat disingkirkan dengan dicabut.
Hama yang biasa menyerang kangkung antara lain belalang, ulat grayak (Spodotera Litura) dan kutu daun dari (jenis Myzus Persicae dan Aphyds Gossypii). Gejala serangan ulat grayak adalah daun bolong-bolong dan pinggiran dau bergerigi bekas gigitan. Sedangkan kutu daun membuat tanaman kerdil dan dau melengkung. Karena kutu daun menyerap cairan dari tanaman.
Sementara itu penyakit yang biasanya menyerang adalah penyakit karat putih (Albigo Ipomoeae Panduratae). Bila terserang penyakit ini akan muncul bercak putih pada daun kemudian akan semakin meluas. Dalam budidaya kangkung darat organik, penanganan hama harus dilakukan secara terpadu. Untuk mengurangi resiko serangan hama dan penyakit, perlu dilakukan rotasi tanam, mengatur jarak tanam dan melakukan penyiraman yang tepat. Atau bila terpaksa bisa menggunakan pestisida hayati seperti daun nimba, gadung, dan sereh wangi.
Pemanenan
Budidaya kangkung darat dari awal sebar hingga panen memakan waktu 30-45 hari. Pemanenan bisa dilakukan dengan dua cara dipotong dan dicabut. Khusus untuk kangkung organik, sebaiknya pemanenan dilakukan dengan dicabut. Karena selera pasar kangkung organik, yakni pasar-pasar moderen, lebih memilih tanaman kangkung yang lengkap dengan akarnya. Pemanenan dengan cara dicabut akan menghasilkan tanaman kangkung sebanyak 23 ton per hektar.Sebelum di kemas dan dikirim ke pasar, hendaknya kangkung yang telah dicabut dibersihkan dulu dari tanah. Pencucian dilakukan dengan air mengalir atau air bersih agar terhindar dari kontaminan-kontaminan berbahaya. Tempatkan kangkung di tempat yang lembab dan jangan tersengat sinar matahari langsung.
Pasca panen dan pemasaran
Berbeda dengan hasil budidaya konvensional, budidaya kangkung darat organik akan menghasilkan produk organik yang bersih dari kontaminan zat kimia berbahaya. Oleh karena itu, produknya cenderung mempunyai harga yang lebih tinggi. Sebaiknya jangan dijual langsung kepada para pengepul yang biasanya sudah siap mengambil langsung dari lahan. Apabila strategi pemasarannya kita jalankan, bukan tidak mustahil keuntungan yang diperoleh juga lebih besar. Ada beberapa tips untuk memasarkan kangkung darat organik:#1 Penjualan langsung di kebun (farm gate sale)
Apabila kebun Anda mudah dijangkau, sebaiknya buka penjualan langsung di kebun. Sasaran pembelinya adalah konsumen akhir. Biasanya konsumen sayur organik bersedia untuk datang langsung ke kebun untuk memastikan produk yang dibelinya. Apalagi sekarang populer semboyan know your food is know your farm. Dengan cara ini bisa dihemat ongkos distribusi. Ada beberapa kebun yang berhasil menerapkan cara seperti ini, salah satunya Kebun Organik Agatho di puncak, Bogor.
#2 Memetik sendiri (pick your own)
Dengan berkembangnya agrowisata, banyak kebun yang menawarkan beli dan petik sendiri. Cara seperti ini banyak diterapkan oleh kebun-kebun organik di Lembang, Bandung.
#3 Penjualan langsung (direct seling)
Penjualan langsung bisa dilakukan dengan memelihara hubungan dengan komunitas-komunitas konsumen organik. Perlu strategi pengatiran jadwal tanam dan mengembangkan keragaman tanaman untuk memenuhi permintaan konsumen. Kita bisa mengirimkan sayuran ke konsumen dalam bentuk paket-paket siap konsumsi. Untuk bisa menyediakan paket lengkap sebaiknya bekerjasama dengan sesama pembudidaya pertanian organik lainnya.
#4 Tempat khusus di pasar ritel
Apabila punya lobi yang baik, sayur organik bisa langsung masuk ke pasar ritel moderen. Di ritel-ritel tersebut kita bisa meminta dibuatkan display khusus organik dan menggunakan harga premium.
#5 Gerai khusus toko organik
Cara ini bisa dilakukan dengan kemitraan atau pengembangan usaha sendiri, mulau dari on farm sampai off farm apabila Anda modal cukup. Cara ini dipakai oleh beberapa gerai organik di Jakarta yang bekerja sama dengan para petani organik di Bogor.
#6 Penjualan ke grup atau koperasi
Saat ini masih jarang petani yang membuat grup atau kelompok khusus organik. Namun seiring dengan semakin populernya pangan organik, asosiasi-asosiasi petani organik sudah mulai banyak terbentuk. Salah satunya adalah Asosiasi Organik Indonesia.
Membuat media tanam untuk budidaya sayuran
Membuat media tanam untuk budidaya sayuran
Dibaca: 10,841 kali
Media tanam merupakan salah satu faktor penting yang sangat menentukan dalam kegiatan bercocok tanam. Media tanam akan menentukan baik buruknya pertumbuhan tanaman yang pada akhirnya mempengaruhi hasil produksi. Jenis-jenis media tanam sangat banyak dan beragam. Apalagi dengan berkembangnya berbagai metode bercocok tanam, seperti hidroponik dan aeroponik.
Setiap jenis tanaman membutuhkan sifat dan karakteristik media tanam yang berbeda. Misalnya, tanaman buah membutuhkan karakter media tanam yang berbeda dengan tanaman sayuran. Tanaman buah memerlukan media tanam yang solid agar bisa menopang pertumbuhan tanaman yang relatif lebih besar, sementara jenis tanaman sayuran daun lebih memerlukan media tanam yang gembur dan mudah ditembus akar.
Nah, kali ini kami akan membahas media tanam yang biasa digunakan untuk budidaya sayuran organik dalam polybag ataupun pot. Bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan yang banyak tersedia di alam dan bisa dikerjakan sendiri. Cara yang akan kami uraikan cocok digunakan untuk budidaya tanaman organik karena tidak menggunakan tambahan pupuk kimia, pestisida, herbisida, dan obat-obatan lainnya.
Syarat media tanam yang baik
Media tanam memiliki fungsi untuk menopang tanaman, memberikan nutrisi dan menyediakan tempat bagi akar tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Lewat media tanam tumbuh-tumbuhan mendapatkan sebagian besar nutrisinya. Untuk budidaya tanaman dalam wadah pot atau polybag, media tanam dibuat sebagai pengganti tanah. Oleh karena itu, harus bisa menggantikan fungsi tanah bagi tanaman.Media tanam yang baik harus memiliki sifat-sifat fisik, kimia dan biologi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Secara umum, media tanam yang baik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:
- Mampu menyediakan ruang tumbuh bagi akar tanaman, sekaligus juga sanggup menopang tanaman. Artinya, media tanam harus gembur sehingga akar tanaman bisa tumbuh baik dan sempurna, akan tetapi masih cukup solid memegang akar dan menopang batang agar tidak roboh. Apabila media terlalu gembur, pertumbuhan akar akan leluasa namun tanaman akan terlalu mudah tercerabut. Sebaliknya apabila terlalu padat, akar akan kesulitan untuk tumbuh.
- Memiliki porositas yang baik, artinya bisa menyimpan air sekaligus juga mempunyai drainase (kemampuan mengalirkan air) dan aerasi (kemampuan mengalirkan oksigen) yang baik. Media tanam harus bisa mempertahankan kelembaban tanah namun harus bisa membuang kelebihan air. Media tanam yang porous mempunyai rongga kosong antar materialnya. Media tersebut tersebut isa ditembus air, sehingga air tidak tergenang dalam pot atau polybag. Namun disisi lain ronga-rongga tersebut harus bisa menyerap air (higroskopis) untuk disimpan sebagai cadangan dan mempertahankan kelembaban.
- Menyediakan unsur hara yang cukup baik makro maupun mikro. Unsur hara sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Unsur hara ini bisa disediakan dari pupuk atau aktivitas mikroorganisme yang terdapat dalam media tanam.
- Tidak mengandung bibit penyakit, media tanam harus bersih dari hama dan penyakit. Hama dan penyakit yang terkandung dalam media tanam dapat menyerang tanaman dan menyebabkan kematian pada tanaman. Media tanam tidak harus steril karena banyak mikrooganisme tanah yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi tanaman, namun harus higienis dari bibit penyakit.
Bahan-bahan media tanam organik
Ada banyak ragam material yang bisa dimanfaatkan untuk membuat media tanam mulai dari yang alami hingga yang sintetis. Namun dalam kesempatan kali ini kami hanya akan membatasi pada beberapa bahan organik yang banyak tersedia di alam, murah dan gampang pembuatannya.a. Tanah (bahan utama)
Tanah yang baik untuk media tanam sebaiknya diambil dari lapisan bagian (top soil). Secara umum terdapat dua tipe tanah yaitu yang harus diperhatikan yakni tanah pasir dan tanah lempung. Tanah yang berpasir memiliki kemampuan drainase yang baik, cepat mengalirkan air namun kelemahannya tanah tersebut buruk dalam menyimpan air sebagai cadangan. Sedangkan tanah lempung lebih sulit ditembus oleh air sehingga akan membuat air tergenang dalam media tanam. Tanah yang baik untuk media tanaman tidak terlalu berpasir dan tidak terlalu lempung, melainkan harus gembur.b. Kompos atau humus
Kompos merupakan bahan organik yang berfungsi sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman. Kompos yang digunakan untuk media tanam adalah kompos padat, silahkan baca jenis dan karakteristik pupuk kompos. Hampir semua jenis kompos padat bisa digunakan sebagai bahan baku media tanam.Penambahan bahan-bahan organik seperti kompos atau humus pada media tanam bisa memperbaiki struktur fisik tanah dan meningkatkan kapasitas tukar kation. Kompos yang ditambahkan sebaiknya berupa kompos yang telah matang. Kompos yang belum matang berpotensi mendatangkan hama dan penyakit. Selain itu unsur haranya sulit diserap tanaman karena belum terurai secara penuh.
Selain kompos, bisa juga memanfaatkan humus yang didapatkan dari hutan. Tanah humus memiliki kandungan unsur hara yang tinggi. Bila lokasi anda dekat dengan hutan, tanah humus bisa dicari dengan mudah. Tempat-tempat terbaik adalah disekitar tanaman pakis-pakisan.
Unsur bahan organik lain juga bisa digunakan sebagai pengganti kompos atau humus seperti pupuk kandang atau pupuk hijau. Hanya saja perlu digarisbawahi, sebaiknya gunakan pupuk kandang atau hijau yang telah matang benar dan teksturnya sudah berbentuk granul seperti tanah. Penggunaan pupuk kandang yang belum matang beresiko membawa hama dan panyakit pada tanaman.
c. Arang sekam atau sabut kelapa
Arang sekam merupakan hasil pembakaran tak sempurna dari sekam padi. Arang sekam berguna untuk meningkatkan kapasitas porositas tanah. Penambahan arang sekam pada media tanam akan memperbaiki struktur media tanam karena mempunyai partikel-partikel yang berpengaruh pada pergerakan air, udara dan menjaga kelembaban.Manfaat arang sekam adalah bisa menetralisir keasaman tanah, menetralisir racun, meningkatkan daya ikat tanah terhadap air, merangsang pertumbuhan mikroba yang menguntungkan bagi tanaman, menjadikan tanah gembur sehingga memperbaiki drainase dan aerasi tanah. Arang sekam lebih baik dibanding sekam padi, karena arang sekam sudah mengalami pembakaran yang bisa menghilangkan bibit penyakit atau hama yang mungkin saja terikut.
Selain arang sekam, bisa juga digunakan sisa-sisa sabut kelapa (coco peat). Sabut kelapa mempunyai sifat seperti arang sekam. Media tanam sabut kelapa cocok digunakan di daerah yang kering dengan curah hujan rendah. Sabut diambil dari bagian kulit kelapa yang sudah tua.
Cara membuat media tanam organik
Berikut ini cara-cara membuat media tanam polybag atau pot dengan menggunakan bahan baku yang telah diterangkan di atas. Untuk membuat media tanam yang baik diperlukan unsur tanah, bahan pengikat atau penyimpan air dan penyedia unsur hara. Bahan baku yang akan digunakan dalam tutorial berikut adalah tanah top soil, kompos dan arang sekam. Berikut langkah-langkahnya:- Siapkan tanah yang terlihat gembur dan subur, lebih baik diambil dari bagian paling atas. Kemudian ayak tanah tersebut hingga menjadi butiran-butiran halus. Usahakan tanah dalam keadaan kering sehingga tidak menggumpal. Tanah yang menggumpal akan menyebabkan bahan-bahan tidak tercampur dengan merata.
- Siapkan kompos yang telah matang, bisa dari jenis kompos biasa, bokashi atau kompos takakura. Ayak kompos atau humus tersebut sehingga menjadi butiran halus.
- Siapkan arang sekam, silahkan baca cara membuat arang sekam.
- Campurkan tanah, kompos, dan arang sekam dalam sebuah wadah. Komposisi campuran adalah 2 bagian tanah, 1 bagian kompos dan 1 bagian arang sekam (2:1:1). Aduk hingga merata.
- Siapkan pot atau polybag, masukkan campuran tersebut kedalamnya. Media tanam sudah siap digunakan.
Kamis, 09 Januari 2014
Apa Manfaat Mengkomsumsi Sayuran Organik?
Manfaat yang dapat kita peroleh dengan mengkomsumsi sayuran organik, diantaranya adalah :
1. Lebih enak, segar dan tidak cepat busuk
Sayuran organik rasanya lebih manis, renyah dan segar. Hal ini disebabkan kandungan air dalam sayur tidak terlalu banyak. Selain itu, kandungan air yang sedikit dibandingkan dengan sayuran non organik membuat sayur organik ini lebih tahan lama dari proses pembusukan. Dan tentu saja alasan utamanya adalah karena makanan itu dihasilkan dengan sarana produksi alami. Makanan organik juga sering dijual secara lokal sehingga masih segar.
2. Lebih bergizi dan sehat
Makanan organik tidak dibentuk menggunakan pupuk kimia, pestisida kimia serta bahan kimia lain sehingga tidak merugikan tubuh manusia. Susu organik memiliki 50-80% lebih banyak antioksidan yang mengurangi risiko tumor.
Beberapa studi menunjukkan bahwa buah dan sayuran organik (misalnya, beras, tomat, kubis, bawang dan selada organik) mengandung lebih banyak nutrisi seperti vitamin, magnesium, fosfor, zinc dan besi.
Sayuran organik memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi seperti kandungan mineral dibandingkan sayuran non organik. Sayuran yang ditanam secara organik memang sangat menyehatkan bagi tubuh.
3. Tidak mengandung zat kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia
Manfaat sayuran organik ini untuk mencegah/mengurangi masuknya zat - zat kimia dari pupuk buatan maupun pestisida dalam sayuran ke tubuh. Residu atau endapan dari zat kimia tadi bisa membahayakan dan menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker.
4. Menjaga kelestarian lingkungan
Dengan semakin bertambahnya berbagai pencemaran akhir - akhir ini membuat produksi bahan makanan secara organik telah membantu menjaga dan mengembalikan lingkungan dari polusi tanah, air dan udara sehingga menciptakan dunia yang aman bagi kehidupan generasi mendatang.
Apa Yang Dimaksud Dengan Sayuran Organik?
Semakin
tingginya kesadaran masyarakat Indonesia akan kebutuhan hidup sehat dan
munculnya berbagai penyakit baru telah memicu berbagai produksi bahan
makanan kembali menggunakan proses alami atau 'back to nature'. Tidak
sedikit pula petani sayur di Indonesia yang kemudian beralih menggunakan
metode yang kita sebut pertanian organik. Apa sebenarnya yang disebut
dengan makanan organik tersebut?
Makanan organik adalah
makanan yang dihasilkan dari pertanian organik, sebuah metode produksi
berdasarkan prinsip-prinsip yang dimaksudkan untuk: Melindungi lingkungan mempertahankan keanekaragaman hayati dan menghormati siklus alam
Istilah “organik” mengacu pada cara produk pertanian dibudidayakan dan diproses. Persyaratan khusus harus dipenuhi dan dipertahankan agar produk dapat diberi label “organik”.
Tanaman organik harus dipelihara di tanah yang aman, tidak dimodifikasi secara genetis dan harus selalu terpisah dari produk konvensional. Petani tidak diperbolehkan menggunakanpestisida sintetis, organisme hasil rekayasa genetika (GMO) dan pupuk buatan. Meski demikian, residu pestisida tanaman organik tidak selalu nol karena pestisida masih dapat masuk melalui angin, air atau tanah.
Agar mendapatkan label organik, sebuah produk makanan olahan harus mengandung paling sedikit 95% bahan organik bersertifikat.
Meskipun belum ada statistik, pertumbuhan konsumsi produk organik di negara kita kelihatannya tidak kalah dengan negara-negara maju seperti Kanada dan Amerika Serikat yang mencapai 20% lebih.
Langganan:
Komentar (Atom)